Delisioco! :D #grafiti #cooking #pasta #pasta_banget #restaurant #italy #bw #bwonly #wall #painting (Taken with instagram)
Silat! #silat #indonesia #dieng #crater #sulfur #nature #power_ranger (Taken with instagram)
Sora aoi. Blue blue sky upon the tree. #sky #blue_sky #clear_sky #panorama #tree #landscape #dieng #indonesia (Taken with instagram)
Somehow i like being here. Can’t stop make a pic of it. #vacantlake #vacantplaces #vacant #dreamy_lake #dieng #indonesia #alone #pond #sulfur_well #weekend #well (Taken with instagram)
A boy is always a boy. They just never grew up. :p #boy #childish #tree #tree_addict #travel #dieng #indonesia @zpiderboi ini aja ya yg gw share.. Heheee (Taken with instagram)
Quite day under a tree at the Telaga Warna.. #dreamy_lake #travel #dieng #panorama #bright_day #backpacking #pond #tree #indonesia (Taken with instagram)
Suggest Jadwal Perjalanan ke Dieng

Untuk melakukan perjalanan ke Dieng, aku punya saran buat travelers yang ingin ke sana. Lama perjalanan paling enak ialah 3 hari 2 malam. Tidak terlalu panjang, dan tidak terlalu singkat. Cekidot suggest jadwal dariku:
Hari 1 - Keberangkatan
- … - 08.00 : sampai di Meeting Point 1 (Jogja atau Semarang)
- 08.00 - 11.00 : perjalanan dari Meeting Point 1 hingga Wonosobo dengan kecepatan sedang.
- 11.00 - 13.30 : istirahat di Tambi, pilih restoran dekat kebun teh. Makan, sholat, jalan-jalan di kebun teh
- 13.30 - 15.30 : perjalanan Wonosobo - Dieng dengan kecepatan perlahan. Sempatkan untuk berfoto di titik-titik indah sepanjang perjalanan.
- 15.30 - 16.00 : hunting homestay.
- 16.00 - 16.30 : meletakkan barang bawaan.
- 16.30 - 18.00 : jalan santai ke kompleks Candi Arjuna dan sekitar penginapan.
- 17.30 - 19.00 : makan malam.
- 19.00 - … : mandi dan istirahat di homestay.
Hari 2 - Full Day Vacation
- 05.00 - 06.30 : sarapan, jalan pagi dan mandi
- 06.30 - 10.00 : pergi ke Sumur Jalatundra dan Kawah Candradimuka
- 10.00 - 11.00 : Sungai Uap Panas Sileri
- 11.00 - 12.00 : Dieng Plateau Theatre.
- 12.00 - 13.00 : makan siang
- 13.00 - 14.30 : kawah Sikidang,
- 14.30 - 16.30 : telaga Cebong, air terjun Sikarim
- 16.30 - 17.30 : geo dipa/ PLT Uap dan Panas Bumi.
- 17.30 - 19.00 : makan malam
- 19.00 - … : mandi dan istirahat di homestay.
Hari 3 - Kepulangan
- 04.00 - 05.30 : sunrise di puncak bukit sekitar atau telaga Cebong.
- 05.30 - 06.30 : sarapan
- 06.30 - 08.00 : kembali ke homestay, packing dan mandi pagi
- 08.00 - 12.00 : Telaga Warna dan Telaga Pengilon
- 12.00 - 13.00 : makan siang
- 13.00 - 14.30 : mencari oleh-oleh
- 14.30 - 15.00 : kembali ke homestay, pamitan
- 15.00 - … : perjalanan pulang
Tujuan Wisata di Dieng
Mengacu ke postingan sebelumnya, ada banyak titik yang bisa dikunjungi di Dieng, antara lain:
- Kawah Sikidang
- Kompleks Candi Arjuna
- Telaga Warna, Telaga Pengilon dan beberapa goa pertapaan dalam satu area
- Kawah dan Sungai Panas Sileri
- Kawah Candradimuka
- Sumur Jalatundra
- Telaga Cebong
- Dieng Plateau Theater
- Dieng Museum
- Air Terjun Sikarim
- Telaga Menjer
- Gardu Pandang Tieng
- Agrowisata Tambi (kebun teh)
- Geo Dipa; PLT Uap dan Panas Bumi
Cekidot peta wisatanya, kuambil dari blog http://ndahsaja.com/?p=82. Warning, ni peta ga ada skalanya… jadi kemaren ane waktu ke Jalatundra, jaraknya kaga sesuai sama petanya. mungken dibikin gitu biar cukup gambarnya…

Berwisata di Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng terletak di tengah gugusan pegunungan yang terbujur dari barat ke timur pulau Jawa. Dataran tinggi ini ada di ketinggian sekitar 2.080 meter di atas laut, dengan hawa dingin (0 - 20 derajat Celcius) tetapi terik matahari yang tetap menusuk.
Jika kita pergi ke Dieng sekitar musim kemarau Juni - Agustus, maka nanti bakalan bisa merasakan suhu sekitar 0 derajat Celcius, plus salju dan es yang turun sekitar jam 4 - 6 pagi. Karena kemarin kami pergi pertengahan bulan penghujan Mei, maka suhu hangatlah yang kami dapat. Suhu terendah hanya sekitar 5 - 6 derajat Celcius.
Jangan salah. Suhu di Dieng lebih ekstrem daripada di Gunung sekitar pulau Jawa lainnya. Meski puncak-puncak gunung seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, Gede, Salak, dsb memiliki puncak yang jauh lebih tinggi daripada Dieng, tetapi suhu di Dieng ini lebih rendah mengingat dataran sangat luas yang menginkubasi suhu dingin tetap pada tempatnya.
Dataran tinggi Dieng terletak di koordinat yang bisa dilihat di http://goo.gl/maps/PfhF. Area Dieng sangat luas dan buanyak banget objek wisata yang bisa didatangi. Sewaktu kami backpacking selama 3 hari 2 malam pun belum mampu meraih seluruh objek yang ditawarkan.
[How to Reach Dieng]
- Jika berasal dari luar propinsi atau pulau, sebaiknya tentukan meeting point paling mudah. Letakkan Jogja atau Semarang. Dari kota asal, bisa memakai pesawat, bis, kereta api atau mobil pribadi.
- Meeting point kedua ialah Wonosobo. Perjalanan dari Semarang atau Jogja ke Wonosobo bisa dicapai lewat beberapa jalur: Parakan, Borobudur, atau Purworejo. Jalur paling disarankan ialah Parakan (meski jaraknya paling jauh dari Jogja) karena pemandangan yang tiada duanya. Boleh berkendara dengan motor, mobil, maupun bis. Lama perjalanan sekitar 3 - 5 jam. Mudah saja berkendara menuju Wonosobo. Stay saja di jalan raya, dan perhatikan arah “Wonosobo” di setiap persimpangan besar. Ada baiknya pada saat hari mulai senja, kita masuk ke jalur dalam kota saja ketika melewati kota-kota kecil antara meeting point 1 ke Wonosobo.
- Meeting point ketiga ialah Dieng. Perjalanan Wonosobo - Dieng itu dekat saja, sekitar 1.5 - 2 jam menanjak dan berkelok. Boleh berkendara motor, mobil, maupun bis. Tanda bahwa Anda sudah sampai di Dieng adalah papan batu besar yang menyatakan “Selamat Datang di Dataran Tinggi Dieng”.
[Model perjalanan apa saja yang bisa dilakukan?]
- Camping dengan membawa peralatan dan tenda sendiri. Kita bisa aja membangun tenda di tepi Telaga, tepi hutan, maupun di beberapa titik camping. Hati-hati suhu dingin menyengat. Siapkan fisik benar-benar baik.
- Backpacking dengan membawa pakaian, peralatan survival standar dan berkendara motor ke Dieng. Kita bisa mencari banyak banget homestay di areal Dieng secara langsung dengan harga yang relatif murah (mulai dari Rp 150ribu per kamar) dan kamar yang hangat dan nyaman ala pedesaan.
- Piknik dengan membawa mobil, memesan hotel/ paket wisata sebelumnya, dan juga membawa makanan sendiri dari rumah. Sangat disarankan melakukan perjalanan model ini jika membawa orang tua, anak-anak ataupun banyak temen cewek dan ibu-ibu yang biasanya ribet minta ini dan itu.
[Fasilitas di Dataran Tinggi Dieng]
- Banyak homestay dan standard hotel di areal Dieng maupun Wonosobo. Standar fasilitas homestay paling buruk pun akan menyediakan kamar mandi dengan heater, selimut, tempat tidur, dispenser dengan air hangat, plus berbagai sachet teh dan kopi dalam dapur.
- Banyak objek wisata dalam satu areal yang sangat luas. Sebut saja air terjun, kawah, telaga, mata air panas, gugusan candi, puncak-puncak bukit, dan sumber uap bumi.
- Bisa berkuda dan naik ATV di beberapa titik wisata.
- Pemandangan lanskap pegunungan menakjubkan dengan langit yang kadang dramatis.
- Banyak toko oleh-oleh dengan harga yang stabil.
- Banyak toko yang menjual barang penghangat tambahan.
[DO! Apa saja yang perlu dilakukan?]
- Membawa penghangat tambahan. Hotel atau homestay hanya menyediakan selimut tebal. Jika masih kurang, sebaiknya membawa sleeping bag, selimut, syal, kupluk, sarung tangan dan kaos kaki.
- Bawa 2 alas kaki, terutama jika memutuskan untuk memakai sepatu kets pada awal perjalanan. Sempatkanlah membawa sandal gunung atau sandal jepit sebagai alas kaki tambahan, karena medan yang panjang dan agak berat membuat alas kaki utama basah kena hujan maupun rusak di tengah jalan.
- Bawa kamera, baterai cadangan, charger, dan memory card/ film cadangan. Ada obyek tak terhitung sepanjang perjalanan Parakan hingga di dataran tinggi Dieng. Kami bahkan molor sampai 8 jam perjalanan gara-gara banyak berhenti dan memotret. He he he
- Bawa masker. Area Dieng penuh dengan belerang… dan pupuk kandang. Sayang sekali di hampir sepanjang perjalanan Wonosobo - Dieng, bau pupuk kandang merebak di mana-mana. Kadarnya lebih menusuk daripada di gunung lainnya yang pernah kukunjungi. Eskpektasiku untuk menghirup udara sejuk pupus sepanjang perjalanan Dieng ini.
- Bawa suncreen dan pakailah ketika bepergian. Jangan tertipu dengan hawa dinginnya. Terik matahari tetap menusuk walaupun suhunya dingin. Meskipun kami sudah memakai sunscreen, tetap saja gosong dan pecah-pecah meski tidak parah. Bayangin kalo nggak pake sama skali. Hiy. Perawatan intensif ke dokter kulit deh.
- Selalu bergerak ke tempat wisata yang bisa diraih karena ada banyak sekali titik yang sangat seru untuk dikunjungi.
- Pilih tempat makan yang didatangi oleh banyak supir bus atau truk, karena dengan demikian harga di sana relatif lebih masuk akal daripada di rumah makan utama di pinggir jalan besar. Itupun masih relatif mahal daripada makanan keseharian di Jogja. Kami rata-rata menghabiskan 15 - 25ribu sekali makan di Dieng.
- Siapkan duit receh di handbag. Karena setiap obyek wisata mengharuskan Anda membayar bea masuk. Bea masuk yang diperlukan berkisar dari 5.000 - 10.000 rupiah.
[DON’T! Apa saja yang jangan sampai dilakukan?]
- Makan makanan warung selama beberapa hari non-stop. Sempatkan untuk memasak sendiri, karena makanan warung di Dieng tidak terlalu bersih. Ini berkaitan erat dengan rendahnya kesadaran penduduk pada makanan higienis dan kebersihan diri.
- Merepotkan teman perjalanan dengan cara tidak membawa bahan makanan, cemilan sendiri, maupun pakaian yang cukup.
- Melepas masker di tempat wisata dengan kadar belerang tinggi karena terbukti dapat menimbulkan rasa mual sehari penuh.
- Memamerkan gadget mewah, dan berbahasa sok Jakarta-nese. Tidak ada penduduk lokal yang tidak akan mencibir jika melihat wisatawan yang hanya bergaya mentereng. Anda gak akan bisa merasakan kehangatan mereka, gak bisa merasakan harga murah, dan gak bisa merasakan beberapa gratisan yang diberikan cuma-cuma jika saja Anda menjadi orang yang rendah hati.
- Meninggalkan P3K atau cemilan di homestay. Mengingat sekali perjalanan membutuhkan waktu panjang, maka ada baiknya untuk selalu membawa cemilan dan obat yang sudah dibeli sebelumnya. Dieng tidak menyediakan supermarket seperti di kota.
Dynamic ceiling at Grand City Mal Surabaya #architecture #surabaya #building #ceiling #wave (Taken with instagram)






